Yang Ariya Kisa Gotami Theri

Orang yang pikirannya melekat pada anak-anak dan ternak peliharaannya, maka kematian akan menyeret dan menghanyutkannya, seperti banjir besar menghanyutkan sebuah desa yang tertidur.

Kisa Gotami adalah seorang gadis dari sebuah keluarga miskin di kota Savatthi. Nama sebenarnya adalah "Gotami". Tetapi karena tubuhnya yang kurus maka dia dipanggil "Kisa". Setiap orang yang melihat Kisa Gotami berjalan, dengan badannya yang tinggi dan kurus, tak seorang pun dapat melihat kebaikan yang ada di dalam dirinya.

Yang Ariya Khema Theri

Seseorang yang pengetahuannya dalam, pandai, dan terlatih dalam membedakan jalan yang benar dan salah, yang telah mencapai tujuan tertinggi, maka ia Kusebut seorang "Brahmana " Khema berasal dari keluarga yang berkuasa di Desa Sagala Magadha. Ia sangat cantik, kulitnya berwarna kuning keemasan. Kecantikan Khema tersebut membuat Raja Bimbisara meminang Khema dan menjadikannya sebagai permaisuri.

Yang Ariya Maha Pajapati Gotami Theri

Seseorang yang tidak lagi berbuat jahat melalui badan, ucapan, dan pikiran serta dapat mengendalikan diri dalam 3 saluran perbuatan ini, maka ia Kusebut seorang "Brahmana"

Maha Pajapati Gotami, yang terkenal sebagai salah satu pembentuk Sangha Bhikkhuni, berasal dari suku Koliya. Pada waktu Maha Pajapati Gotami dilahirkan, seorang peramal meramalkan bahwa jika besar nanti ia akan menjadi pemimpin dari suatu perkumpulan yang mempunyai banyak pengikut. Oleh karena itu ia diberi nama "Pajapati", yang berarti pemimpin suatu perkumpulan besar, sedangkan "Maha" merupakan suatu awalan yang berarti luar biasa.

YANG ARIYA UPALI

Terkemuka dalam Menjaga Sila Enam
Bangsawan muda Sakya yaitu Ananda, Anuruddha, Bhaddiya, Bhagu, Devadatta dan Kimbila memutuskan bersama untuk menjadi siswa Sang Buddha. Ketika mereka meninggalkan Kapilavatthu, ibu kota kerajaan Sakya, mereka diiringi dengan rombongan besar kereta, gajah dan sejumiah pelayan untuk melayani mereka dalam perjalanan. Di perbatasan antara kerajaan Sakya dan kerajaan Magadha, mereka mengirim seluruh kereta kembali ke Kaplivatthu, dan yang tinggal bersama mereka hanyalah Upali, tukang cukur mereka.

Yang Ariya Anuruddha

Terkemuka dalam Mata Dewa
Sesaat sebelum mencapai Parinibbana, Sang Buddha menyampaikan kata-kata terakhir Beliau, "O Bhikkhu dengarkanlah baik-baik nasihatku : Segala sesuatu yang terdiri atas paduan unsur-unsur akan hancur kembali. Karena itu berjuanglah dengan sungguh-sungguh". Setelah itu Sang Buddha memasuki Jhana kesatu, lalu Jhana kedua, ketiga, keempat. Kemudian memasuki keadaan 'Ruang Tak Terbatas', kemudian 'Kesadaran Terbatas', keadaan 'Kosong', keadaan 'Bukan Pencerapan pun Bukan Pencerapan' kemudian mencapai 'Penghentian Pencerapan dan Perasaan'.

Yang Ariya Rahula

Terkemuka dalam Kebaikan
Pada hari ketujuh setelah Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu, Puteri Yasodhara mendandani Pangeran Rahula dengan pakaian yang bagus dan mengajaknya kejendela. Dari jendela itu mereka dapat melihat Sang Buddha sedang makan siang. Puteri Yasodara kemudian bertanya kepada Rahula, "Anakku, tahukah engkau siapa orang itu?" Rahulu menajwab, "Beliau adalah Sang Buddha, ibu". Yasodhara tak dapat menahan air matanya yang menitik keluar dan berkata, "Anakku, petapa yang kulitnya kuning keemasan dan tampak seperti Brahma dikelilingi oleh ribuan muridnya adalah ayahmu. Beliau punya banyak harta pusaka. Pergilah kepadanya dan mintalah Harta pusaka untukmu". Pangeran Rahula yang masih kecil itu kemudian pergi mendekati Sang Buddha dan sambil memegang jari tangan Sang Buddha mengatakan apa yang dipesankan ibunya. Kemudian ia menambahkan "Ayah, bahkan bayangan ayah membuat hatiku senang".

Yang Ariya Ananda

Pembantu Tetap Sang Buddha dan Bendahara Dhamma

Pada suatu ketika dalam suatu pertemuan para bhikkhu di Rajagaha, Sang Buddha yang saat itu berusia lima puluh lima tahun menyinggung tentang perlunya ditunjuk seorang pembantu tetap untuk diriNya. Semua siswa utama seperti YA Sariputta dan YA Moggallana menawarkan diri untuk menjadi pembantu tetap namun semuanya ditolak oleh Sang Buddha. Para bhikkhu kemudian menganjurkan Ananda yang selama itu berdiam diri saja untuk memohon kepada Sang Buddha untuk dapat diterima sebagai pembantu tetap. Ananda mengatakan, "Kalau Sang Bhagava memang memerlukan Ananda sebagai Pembantu Tetap, Sang Bhagava boleh mengatakannya". Kemudian Sang Buddha berkata, "Ananda, jangan membiarkan orang lain menganjurkan engkau untuk memohon pekerjaan tersebut. Atas kemauan sendiri engkau dapat menjadi Pembantu Tetap Sang Buddha".

YA. MOGALLANA

Terkemuka dalam Kekuatan Gaib

Setelah memperoleh kekuatan gaib setelah berlatih dengan tekun di bawah bimbingan Sang Buddha, YA Moggallana menggunakan kekuatannya itu untuk mencari di mana ibunya terlahir kembali dan mencoba untuk membalas budi kepada ibu yang mengasuhnya hingga dewasa. Setelah menyelidiki, ditemukanlah bahwa ibunya terlahir kembali di alam neraka dan amat menderita. Melihat hal itu, YA Moggallana segera menggunakan kekuatan gaibnya mengirimkan makanan kepada ibunya. Tetapi pada saat ibunya mencoba memasukkan makanan ke mulutnya, makanan itu terbakar menjadi nyala api dan menyebabkan penderitaan yang lebih hebat dari sebelumnya.

YANG ARIYA SARIPUTTA

Terkemuka dalam Kebijaksanaan

Pada suatu pagi Sariputta melihat YA Assaji, salah seorang bhikkhu siswa pertama Sang Buddha sedang menerima dana makanan di Rajagaha. Ia sangat terkesan melihat penampilan YA Assaji yang damai dan agung. Ia berpikir bahwa pastilah bhikkhu itu telah mencapai arahat. Ketika YA Assaji selesai makan, ia mendekati dan memberi salam untuk kemudian bertanya siapakah guru beliau dan ajaran apakah yang diajarkan oleh gurunya itu. YA Assaji memberi tahukan bahwa gurunya adalah Sang Buddha Gotama dan bahwa beliau tidak dapat menerangkan ajaran tersebut secara panjang lebar karena belum lama menjadi bhikkhu tetapi dapat menjelaskan artinya secara singkat. Kemudian beliau mengucapkan syair berikut:

KRITERIA UMAT BUDDHA

Download Powerpoint Materi SMP kelas VII semester I
Standar Kompetensi : 1. Memahami komponen dan kriteria agama Buddha
Kompetensi Dasar    : 1.3 Mengidentifikasikan kriteria agama Buddha dan umat Buddha

Di SINI 

PETA NILAI PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA BERDASARKAN MATA PELAJARAN AGAMA BUDDHA

Berikut adalah gambaran keterkaitan antara mata pelajaran dengan nilai yang dapat dikembangkan untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa pada mata Pelajaran Agama Buddha: 

KELAS 1 - 3:
 x Cinta tanah air
 x Bersahabat
 x Komunikatif
 x Senang membaca
 x Peduli sosial
 x Peduli lingkungan,
 x Jujur
 x Toleran
 x Disiplin
 x Kreatif
 x Rasa ingin tahu
 x Percaya
 x Respek
 x Bertanggung jawab
 x Saling berbagi 

PERANAN AGAMA BUDDHA UNTUK MEMELIHARA PERDAMAIAN

Pada dasarnya, menurut ajaran Budha, prinsip-prinsip etika dan moral diatur dengan memeriksa apakah suatu tindakan tertentu, apakah terhubung ke tubuh atau pidato yang mungkin membahayakan diri sendiri atau untuk orang lain dan dengan demikian menghindari tindakan yang mungkin berbahaya. Dalam Buddhisme, ada banyak pembicaraan dari pikiran yang terampil. Batin yang terampil menghindari tindakan yang mungkin menyebabkan penderitaan atau penyesalan.

Buddhisme dan Hak Asasi Manusia

Pembukaan oleh Phra Rajavaramuni Payutto
Penerima UNESCO Prize untuk Perdamaian Pendidikan 1994

Agama telah menjadi ada sebagai hasil dari perjuangan manusia untuk memecahkan masalah dasar kehidupan, yaitu penderitaan. "Jika tidak ada kelahiran, pembusukan dan kematian," kata Buddha, "Yang Tercerahkan mungkin tidak terjadi di dunia dan ajaran-ajarannya tidak akan menyebar di luar negeri." Dia juga menyatakan lagi dan lagi bahwa seorang Buddha muncul di dunia ini untuk kebaikan dan kebahagiaan dari banyak, karena kasihan bagi dunia, untuk keuntungan, untuk keuntungan dan untuk kebahagiaan para dewa dan manusia. Ini sama dengan pemberitaan Dharma, lastingness dari Dispensasi dan solidaritas Sangha. Jadi, sebagaimana nilai kedokteran terletak pada penyembuhan penyakit, sehingga nilai agama dipastikan oleh kemanjurannya dalam kemiskinan dan penghapusan penderitaan manusia.

Secara umum, ketika sebuah agama membantu orang untuk hidup bersama dalam damai dan membantu individu untuk berdamai dengan dirinya sendiri, dapat dikatakan telah memenuhi fungsinya. Namun, yang masih samar-samar gambar dari fungsi agama. Gambar akan menjadi lebih jelas hanya ketika kita melihat lebih dalam untuk melihat apa pandangan agama telah pada manusia dan penderitaan dan bagaimana hal itu berfungsi untuk mengurangi atau menghilangkan penderitaan itu.

Semua manusia dilahirkan sama, tetapi hanya dalam beberapa hal. Dalam hal lainnya, tidak ada orang yang lahir sama dengan laki-laki lain. Penganiayaan manusia, atau sikap yang salah terhadap, ini kesetaraan dan ketidaksetaraan telah menimbulkan segala macam masalah, dari sosial dengan yang rohani.

Menurut agama Buddha, semua manusia adalah sama dalam bahwa mereka semua tunduk pada hukum alam yang sama. Semua tergantung dari kelahiran, usia tua dan kematian. Hukum Karma adalah mengikat semua orang. Semua orang menuai apa yang ia menabur dan dunia terus terjadi setelah kegiatan Karma dikontribusikan oleh semua orang.

KESETARAAN GENDER DALAM AGAMA BUDDHA

MATERI KELAS IXSEMESTER GENAP

SK : Mengungkapkan peranan agama Buddha untuk meningkatkan martabat manusia
KD : Kesetaraan gender dalam agama Buddha

Coba Klik di SINI

TEMPAT-TEMPAT ZIARAH AGAMA BUDDHA


Dalam Mahaparibnibbana Sutta (khotbah saat-saat terakhir Sang Buddha) Sang Buddha bersabda “Ananda ada empat tempat bagi seorang berbakti seharusnya pergi berziarah, menyatakan sujudnya dengan perasaan hormat. Bagi mereka yang dengan keyakinan yang kuat melakukan ziarah ketempat-tempat suci, maka setelah meninggal dunia mereka akan terlahir kembali di alam surga. Berziarah ketempat-tempat suci agama Buddha disebut Dharmayatra.
       Ada empat tempat suci bagi agama Buddha yaitu:
1.      Taman Lumbini
2.      Buddhagaya
3.      Taman Rusa Isipatana
4.      Kusinara


SANGHA BHIKKHU DAN BHIKKHUNI


I.                   Sangha Bhikkhu
 
Dua bulan setelah mencapai penerangan sempurna Sang Buddha pergi ke Taman Rusa Isipathana untuk memberikan khotbah yang pertama di Taman Rusa Isipathana, kepada lima orang pertapa yaitu: Kondanna, Vappa, Baddhiya, Mahanama dan Assaji. Khotbah Sang Buddha terkenal dengan nama Dhammacakka Pavatana Sutta yang membahas tentang jalan tengah. Dhammacakka pavattana Sutta artinya Khotbah tentang pemutaran roda dhamma untuk pertama kali.

            Setelah mendengar khotbah dari Sang Buddha, Kondanna mencapai kesucian sotapana dan ditabis menjadi Bhikkhu, Kondanna adalah bhikkhu pertama dalam sejarah agama Buddha. Segera diikuti empat pertapa lainnya juga ditabiskan menjadi bhikkhu. Setelah ada lima bhikkhu Sang Buddha membentuk Sangha Bhikkhu pertama di dunia dan sebagai kepala sangha adalah Sang Buddha sendiri. Sangha artinya persaudaraan para bhikkhu/bhiksu.

TOKOH PEJUANG PENYIARAN AGAMA BUDDHA


 Riwayat Bhikkhu Ashin Jinarakkhita

Bhante Ashin Jinarakkhita lahir di Bogor pada tahun 1923 dan menjadi putra Indonesia pertama yang menjadi seorang b
hikkhu sejak berakhirnya era Majapahit yang menjadi pelopor tumbuh kembangnya kembali agama Buddha di Indonesia terutama di bidang spiritual. Dengan cara menggali kembali nilai-nilai warisan leluhur bangsa Indonesia.

Download KUMPULAN SOAL-SOAL PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA SD

Bingung bikin soal-soal pendidikan agama Buddha tingkat SD kelas III
Contoh soal-soal pedidikan agama Buddha tingkat SD kelas III
DOWNLOAD di SINI
Bingung bikin soal-soal pendidikan agama Buddha tingkat SD kelas IV
Contoh soal-soal pedidikan agama Buddha tingkat SD kelas IV
DOWNLOAD di SINI
Bingung bikin soal-soal pendidikan agama Buddha tingkat SD kelas V
Contoh soal-soal pedidikan agama Buddha tingkat SD kelas V
DOWNLOAD di SINI
Bingung bikin soal-soal pendidikan agama Buddha tingkat SD kelas VI
Contoh soal-soal pedidikan agama Buddha tingkat SD kelas VI
DOWNLOAD di SINI

Download KUMPULASN SOAL-SOAL PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA KELAS XI

kumpulan soal-soal Pendidikan agama Buddha SMA kelas XI
 DOWNLOAD DI SINI

Download KUMPULAN SOAL PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA SMA KELAS X

DOWNLOAD SAJA KUMPULAN SOAL-SOAL PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA
SMA KELAS X DI SINI

HARI RAYA GAMA BUDDHA

Hari raya agama Buddha antara lain :
a.     Hari raya Waisak
b.     Hari raya Asadha
c.     Hari raya Kathina
d.    Hari raya magha Puja

TEMPAT-TEMPAT BERDHARMAYATRA

PAHALA BERDHARMAYATRA

1.             Pahala yang didapat dari berdharmayatra sangat besar sekali. Karena berdharmayatra dengan disertai niat dan kemauan yang tulus  akan membantu dan menentukan kelahiran kita dialam yang penuh dengan kebahagiaan (terlahir disurga)

2.             Dalam Mahaparinibbana Sutta Sang Buddha menjelaskan dharmayatra kepada Ananda, sebagai berikut:  “ Ananda, bagi mereka yang dengan keyakinan kuat melakukan ziarah ke tempat-tempat yang ada hubungannya dengan dhamma, maka setelah meninggal dunia, mereka akan terlahir kembali di alam surga”.

3.             Ketika kita berada di tempat dharmayatra sebaiknya kita merenungkan sifat luhur dari Sang Buddha dan kita berusaha melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.
  

DHARMAYATRA


1.             Dharmayatra terdiri dari dari dua kata yaitu dhamma dan yatra. Dhamma artinya kebenaran, ajaran, suci, sedangkan Yatra artinya ditempat mana. Jadi Dhammayatra artinya berziarah ditepat-tempat suci.
2.             Dharmayatra muncul pada abad ke III ketika Raja Asoka berkuasa di Jambudipa. Dalam Kitab Mahavastu dan Asokavadana  dikisahkan di ibukota Jambudipa yaitu pataliputta berkuasa seorang Raja bernama Bindusara.
3.             Raja memiliki banyak permaisuri dan 100 orang anak. Salah satu anak tersebut bernama Asoka yang memiliki penampilan, kekuatan yang luar biasa melampaui saudaranya.

BRAHMA VIHARA (Empat Sifat Luhur)


Brahma vihara adalah sifat batin yang luhur atau mulia atau tempat berdiamnya makhluk Brahma (makhluk dewa yang telah mencapai kesucian batin). Sifat ini terdapat dalam diri manusia baik yang jahat maupun yang baik. Manusia menurut pandangan Buddhis terdapat 7 sifat terdiri dari :
·         2  sifat baik          (keyakinan dan kebijaksanaan)
·         4  sifat tidak baik ( serakah, kenafsuan, kebencian, mudah tersinggung)
·         1  sifat campuran dari 6 sifat diatas.

Cara Meditasi

A. Hal-hal Yang Mendukung Meditasi

1.    Untuk dapat melaksanakanameditasi dengan berhasil, seseorang harus memperhatikan syarat meditasi sebagai berikut :

·         Memiliki keinginan yang kuat (tekad)
·         Memiliki moral yang baik (sila)
·         Sehat  jasmani dan batin 
·         Tempat yang tenang
·         Memiliki waktu senggang
·         Adanya guru pembimbing
·         Memiliki buku pedoman Meditasi (Kitab Suci)
·         Memiliki obyek meditasi yang sesuai dengan sifatnya
·         Saat bermeditasi posisi tubuh  rileks/santai
·         Suhu tempat meditasi yang sesuai
·         Memiliki teman yang bermoral.


MEDITASI

1.    Meditasi sama dengan Samadhi/Bhavana yang artinya memusatkan pikiran pada satu obyek meditasi.

2.    Sang Buddha mengajarkan Samadhi pertama kali pada saat  khotbah di Taman Rusa Isipatana disampaikan kepada Lima orang pertapa.

3.    Khotbah pertama Buddha dikenal dengan nama "Dhammacakkapavatthana Sutta" artinya khotbah pemutaran Roda Dhamma yang Pertama

4.    Dhammacakkapavatthana Sutta biasa disebut dengan Jalan Tengah (Majjhimapatipada = Delapan jalan utama) .

SEJARAH PERKEMBANGAN AGAMA BUDDHA DI INDONESIA

A.  SRIWIJAYA


  1. Kerajaan Sriwijaya sekarang diperkirakan terletak disekitar kota Palembang, Sumatra selatan
  2. Kerajaan ini didirikan sekitar abad ke VII, para Raja di kerajaan ini umumnya menganut agama Buddha, hal ini dapat dilihat dari catatan bahwa di ibukota terdapat Perguruan Tinggi agama Buddha.
  3. Di Perguruan tinggi ini banyak bhikkhu yang belajar agama dan ilmu pengetahuan lainnya.
  4. Di Kerajaan ini tinggal seorang pujangga yang sangat terkenal yaitu Dharmapala dan sakyakirti yang sempat belajar di Perguruan tinggi ini.
  5. Agama Buddha di Sriwijaya juga diberitakan oleh seorang pemuda dari daratan China bernama Itsing.

Dharmayatra

A.      Arti Dharmayatra

1.        Dharmayatra terdiri dari dari dua kata yaitu dhamma dan yatra. Dhamma artinya kebenaran, ajaran, suci, sedangkan Yatra artinya ditempat mana. Jadi Dhammayatra artinya berziarah ditepat-tempat suci.
 2.        Dharmayatra muncul pada abad ke III ketika Raja Asoka berkuasa di Jambudipa. Dalam Kitab Mahavastu dan Asokavadana  dikisahkan di ibukota Jambudipa yaitu pataliputta berkuasa seorang Raja bernama Bindusara.
 3.        Raja memiliki banyak permaisuri dan 100 orang anak. Salah satu anak tersebut bernama Asoka yang memiliki penampilan, kekuatan yang luar biasa melampaui saudaranya.

PANCASILA DAN PANCADHAMMA

A.    PANCASILA

1.    Pancasila adalah lima latihan kemoralan yang wajib dilaksanakan oleh kita(umat Buddha) semua dalam kehidupan sehari-hari.
2.    Pancasila (Lima latihan kemoralan) terdiri dari :
a.    Panatipata Veramani artinya melatih untuk tidak membunuh
b.  Adinnadana Veramani artinya melatih untuk tidak mengambil barang yang tidak diberikan (mencuri)
c.    Kamesumicchacara Veramani artinya melatih diri untuk tidak berbuat asusila (berhubungan kelamin yang bukan sebagai suami/istri)
d.    Musavada Veramani artinya melatih untuk tidak berkata kasar/berbohong/ memfitnah/omong kosong.
e.    Suramerayamajjapamadatthana Veramani artinya melatih untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan terlarang.