Latihan soal-soal SMA langsung saja klik di SINI
SOAL PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA SMP ULANGAN AKHIR SEMESTER SATU
Bagi siswa atau Ibu/Bapak guru yang membutuhkan Soal Pendidikan Agama Buddha SMP
Kelas Tujuh, Delapan, dan Sembilan.
Silahkan download dan klik di SINI
DASA AKUSALAKAMMAPATHA
Dasa Akusalakamma
berasal dari kata Dasa artinya sepuluh, Akusala artinya tidak baik atau jahat,
Kamma artinya perbuatan, Patha artinya jalan atau cara. Dasa Akusalakammapatha
artinya sepuh cara berbuat jahat, terdiri dari :
DASA PUNNAKIRIYAVATTHU
Dasa Punnakiriyavatthu
terdiri dari kata Dasa artinya sepuluh, Punna artinya manfaat/guna/baik, Kiriya
artinya melakukan, dan vatthu artinya dasar/cara/hal. Jadi Dasa
Punnakiriyavatthu artinya sepuluh cara untuk melakukan perbuatan baik/jasa.
Sepuluh cara melakukan perbuatan baik terdiri dari:
HUKUM KAMMA
1.
KAMMA
Kamma(pali) dan Karma(Sansekerta) artinya perbuatan baik
atau buruk yang dilakukan melalui pikiran, ucapan dan perbuatan badan jasmani
yang disertai dengan niat/kemauan (cetana). Suatu perbuatan baru dapat disebut
kamma/karma bila dilakukan dengan niat(cetana), apabila suatu perbuatan yang
dilakukan tidak disertai dengan niat maka tidak disebut dengan kamma/karma.
Berkenaan dengan Karma, Sang Buddha bersabda dalam Kitab Anguttara Nikaya
III,415, sbb :
SAKIT, PEMAKAMAN, PENGUBURAN DAN PERABUAN, UPACARA PERINGATAN
SAKIT
Seseorang yang sakit, selain menempuh pengobatan medis biasa, sebaiknya juga rnengundang para bhikkhu untuk melakukan suatu pemberkahan keagarnaan yang bertujuan mempercepat kesembuhan si pasien. Pemberkahan seperti itu dapat menanamkan pengaruh spiritual dan kejiwaan pada si pasien sehingga mempercepat penyembuhannya. Khususnya bila penyakit itu kebetulan berhubungan dengan sikap batin si sakit, suatu pelayanan spiritual oleh seorang bhikkhu akan sangat menolong. Dalam hal terdapat kepercayaan bahwa suatu penyakit disebabkan oleh pengaruh buruk dari luar atau "roh-roh" jahat, maka suatu kebaktian Pemberkahan dapat menjadi obat penawar yang baik. Tetapi, sebagai umat Buddha yang mengerti, kita jangan menyerahkan diri pada kepercayaan atau khayalan keliru bahwa "roh-roh" jahat merupakan sebab penyakit kita.
Nasehat Sang Buddha:"Bilamana badanmu sakit, jangan biarkan pikiranmu menjadi sakit juga", sungguhlah benar. Sesuai dengan nasehat ini, kita harus mempergunakan kecerdasan dan pikiran sehat kita untuk mencari pengobatan medis yang cocok untuk penyakit kita daripada menyerah pada tahyulan Meskipun demikian, kita harus senantiasa ingat bahwa sakit merupakan bagian dan bidang dari kehidupan kita sehari-hari didunia ini, dan kita harus menerimanya dengan tenang.
Langganan:
Postingan (Atom)
